Selasa, 16 Januari 2024

HR. Bukhari & Muslim)

 *ONE DAY ONE HADITS*


Rabu, 15 November 2023 M / 1 Jumadil ula 1445 H


*Sifat Hamba Allah ﷻ yang Beriman (Bagian 02), Berlemah Lembut & Bertutur Kata yang Baik*


Dari ‘Adi bin Hatim, Rasulullah ﷺ  bersabda,


اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ


“Selamatkanlah diri kalian dari siksa neraka, walaupun dengan separuh kurma. Jika kalian tidak mendapatkannya, maka cukup dengan bertutur kata yang baik.” (


_*Beberapa Pelajaran yang terdapat dalam Hadits*_


1️⃣  Dari Abu Hurairah, Nabi ﷺ  bersabda,


الْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ


“Tutur kata yang baik adalah sedekah.” (HR. Ahmad)


2️⃣ Ketika orang yang jahil berkata kasar pada mereka -‘ibadurrahman-, mereka membalasnya dengan perkataan yang ‘sadaad’ (baik). (Zaadul Masiir, 6/101)


Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata,


لا يجهلون على أحد ، وإِن جهل عليهم حَلُموا

“Mereka ‘ibadurrahman tidak menjahili (berbuat nakal pada orang lain). Jika dijahili, mereka malah membalasnya dengan sikap lemah lembut.”


Maqotil bin Hayyan berkata, “Mereka membalasnya dengan perkataan yang tidak mengandung dosa.” (Zaadul Masiir, 6/101)


Sa’id bin Jubair berkata, “Mereka membalas (kejelekan) dengan perkataan yang baik.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10/321)


Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Jika orang jahil mengajak bicara mereka yaitu dengan kejelakan, mereka tidak membalasnya dengan semisalnya. Bahkan mereka memberi maaf dan tidak membalas kecuali dengan kebaikan. Sebagaimana sikap Rasulullah ﷺ , semakin orang yang jahil bertindak kasar pada beliau, semakin beliau berlaku lemah lembut pada mereka. Hal ini sebagaimana diisyaratkan pula pada firman Allah Ta’ala,


وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ سَلامٌ عَلَيْكُمْ لا نَبْتَغِي الْجَاهِلِينَ


“Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: ‘Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang yang jahil’.” (QS. Al Qashash: 55) (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10/320)


Dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman,


وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ (34) وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (35)


“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fushilat: 34-35)


Sahabat yg mulia, Ibnu ‘Abbas -radhiyallahu ‘anhuma- mengatakan, “Allah memerintahkan pada orang beriman untuk bersabar ketika ada yang membuat marah, membalas dengan kebaikan jika ada yang buat jahil, dan memaafkan ketika ada yang buat jelek. Jika setiap hamba melakukan semacam ini, Allah ﷻ akan melindunginya dari gangguan setan dan akan menundukkan musuh-musuhnya. Malah yang semula bermusuhan bisa menjadi teman dekatnya karena tingkah laku baik semacam ini.”


Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Namun yang mampu melakukan seperti ini adalah orang yang memiliki kesabaran. Karena membalas orang yg menyakiti kita dengan kebaikan adalah suatu yang berat bagi setiap jiwa.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 12/243).


_*Tema Hadits yang Berkaitan dengan Al-Qur'an*_


Allah Azza wa Jalla berfirman :


وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا


“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (QS. Al Furqon: 63).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

𝗧𝗶𝗮𝗽 𝘁𝗲𝗿𝘀𝘂𝗹𝘂𝘁 𝗲𝗺𝗼𝘀𝗶, 𝘁𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗵𝗮𝘁𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝘇𝗶𝗸𝗿𝘂𝗹𝗹𝗼𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝗶𝘀𝘁𝗶𝗴𝗳𝗮𝗿

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرُعة، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ. وقد رواه الشيخان من حديث مالك.  “Orang y...