Rabu, 29 Oktober 2025

Munafiq dalam HR Bukhori Muslim

 

Berikut 5 hadits tentang sifat orang munafiq yang diriwayatkan oleh al-Bukhārī dan Muslim (Muttafaqun ‘Alaih):


1. Tanda-tanda Orang Munafiq

الحديث:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ:
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ.
(متفق عليه – رواه البخاري ومسلم)

Artinya:
“Tanda orang munafiq ada tiga: apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila dipercaya ia berkhianat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


2. Munafiq Menampakkan Islam Tapi Menyembunyikan Kekafiran

الحديث:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ:
أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا: إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ، وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ.
(متفق عليه)

Artinya:
“Ada empat perkara; siapa yang memiliki semuanya maka ia seorang munafiq sejati, dan siapa yang memiliki salah satunya maka ia memiliki sifat munafiq sampai ia meninggalkannya: bila dipercaya ia berkhianat, bila berbicara ia berdusta, bila berjanji ia ingkar, dan bila berselisih ia curang.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


3. Beratnya Shalat Subuh dan Isya bagi Munafiq

الحديث:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:
إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا.
(متفق عليه)

Artinya:
“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafiq adalah shalat Isya dan shalat Subuh. Seandainya mereka tahu keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


4. Orang Munafiq Berbeda Ucapan dan Hati

الحديث:
قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَيُخَادِعُونَ اللهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ، وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَى، يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللهَ إِلَّا قَلِيلًا.
(متفق عليه، انظر سورة النساء: 142)

Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang munafiq itu menipu Allah, padahal Allah yang menipu mereka. Bila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas, mereka riya (pamer) kepada manusia, dan tidak mengingat Allah kecuali sedikit.”
(HR. Bukhari dan Muslim; juga disebut dalam QS. An-Nisā’: 142)


5. Perbedaan Kalimat Orang Mukmin dan Munafiq

الحديث:
قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:
مَثَلُ الْمُنَافِقِ مَثَلُ الشَّاةِ الْعَائِرَةِ بَيْنَ الْغَنَمَيْنِ، تَعِيرُ إِلَى هَذِهِ مَرَّةً، وَإِلَى هَذِهِ مَرَّةً، لَا تَدْرِي أَيَّهُمَا تَتْبَعُ.
(متفق عليه)

Artinya:
“Perumpamaan orang munafiq adalah seperti kambing betina yang bingung di antara dua kawanan kambing; kadang ke kelompok ini, kadang ke kelompok itu, ia tidak tahu mana yang harus diikuti.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


Apakah Anda ingin saya tambahkan versi Arab dengan harakat penuh untuk masing-masing hadits di atas?


Baik, berikut tambahan 3 hadits lagi tentang sifat orang munafiq, semuanya diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim (Muttafaqun ‘Alaih):


6. Munafiq Menyembunyikan Kekufuran dalam Hati

الحديث:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:
تَجِدُونَ النَّاسَ مَعَادِنَ، خِيَارُهُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُهُمْ فِي الْإِسْلَامِ إِذَا فَقُهُوا، وَتَجِدُونَ مِنْ شِرَارِ النَّاسِ ذَا الْوَجْهَيْنِ، الَّذِي يَأْتِي هَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ، وَهَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ.
(متفق عليه)

Artinya:
“Kalian akan mendapati manusia itu seperti logam; yang terbaik di masa jahiliyah akan menjadi terbaik pula di masa Islam jika mereka memahami agama. Dan kalian akan dapati seburuk-buruk manusia adalah orang yang bermuka dua; datang kepada yang satu dengan satu wajah, dan kepada yang lain dengan wajah lain.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


7. Munafiq Tidak Menyebut Allah Kecuali Sedikit

الحديث:
قَالَ النَّبِيُّ ﷺ:
يُؤْتَى بِالْمُنَافِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَيَنْظُرُ فَيَرَى الْجَنَّةَ، فَيُقَالُ لَهُ: كُنْتَ تُصَلِّي وَلَا تَذْكُرُ اللَّهَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا، وَتُرَائِي بِهَا النَّاسَ، فَالْيَوْمَ لَا نَصِيبَ لَكَ فِيهَا.
(رواه البخاري ومسلم بمعناه)

Artinya:
“Akan didatangkan orang munafiq pada hari kiamat, lalu diperlihatkan kepadanya surga. Dikatakan kepadanya: ‘Dulu engkau shalat, namun tidak mengingat Allah di dalamnya kecuali sedikit dan hanya ingin dilihat manusia. Maka hari ini tidak ada bagian bagimu di dalamnya.’”
(HR. Bukhari dan Muslim, dengan makna yang semisal)


8. Munafiq Tidak Akan Selamat dari Azab Allah

الحديث:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:
مَنْ مَاتَ وَهُوَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ، وَمَنْ مَاتَ وَهُوَ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ.
(متفق عليه)

Artinya:
“Barang siapa mati dalam keadaan mempersekutukan Allah dengan sesuatu, maka ia akan masuk neraka. Dan barang siapa mati tanpa mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun, maka ia akan masuk surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

👉 Hadits ini menunjukkan bahwa kemunafikan akidah (menyembunyikan kekafiran) termasuk dalam kategori syirik tersembunyi, yang menyebabkan seseorang kekal dalam neraka.


Jadi, keseluruhannya ada 8 hadits tentang munafiq (Muttafaqun ‘Alaih) — dengan rincian sifat-sifat utama mereka:
1️⃣ Berdusta, ingkar janji, dan berkhianat.
2️⃣ Memiliki empat tanda kemunafikan.
3️⃣ Malas dalam shalat, terutama Isya dan Subuh.
4️⃣ Riya dalam ibadah, sedikit mengingat Allah.
5️⃣ Bimbang antara dua kelompok.
6️⃣ Bermuka dua.
7️⃣ Shalat tanpa dzikir, hanya untuk pamer.
8️⃣ Menyembunyikan kekafiran dan menyekutukan Allah.


Apakah Anda ingin saya tulis ulang kedelapan hadits ini dalam teks Arab lengkap dengan harakat dan terjemahan Indonesia di bawahnya?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

𝗧𝗶𝗮𝗽 𝘁𝗲𝗿𝘀𝘂𝗹𝘂𝘁 𝗲𝗺𝗼𝘀𝗶, 𝘁𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗵𝗮𝘁𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝘇𝗶𝗸𝗿𝘂𝗹𝗹𝗼𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝗶𝘀𝘁𝗶𝗴𝗳𝗮𝗿

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرُعة، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ. وقد رواه الشيخان من حديث مالك.  “Orang y...